Pilkada

Pilkada
Pilkada

Zulkifli Hasan-Hatta Radjasa-Wanda Hamidah, PAN

Zulkifli Hasan-Hatta Radjasa-Wanda Hamidah, PAN
Zulkifli Hasan-Hatta Radjasa-Wanda Hamidah, PAN

PAN & Golkar di Kalianda, Lampung Selatan

PAN & Golkar di Kalianda, Lampung Selatan
PAN di Kalianda, Lampung Selatan, Ikang Fawzi dan Zainuddin Hasan

Hari Pertama Rano Karno Jadi Birokrat di Kab Tangerang, Banten

Artis dan PIlkada (rano karno, ratih sanggarwati)

Artis dan PIlkada (rano karno, ratih sanggarwati)
Mampukah Artis Jadi Birokrat Indonesia?

Gugatan TUN Artis Marissa Haque Atas Kecurangan Pilkada Ratu Atut Chosiyah

Gugatan TUN Artis Marissa Haque Atas Kecurangan Pilkada Ratu Atut Chosiyah
Gugatan TUN Artis Marissa Haque Atas Kecurangan Pilkada Ratu Atut Chosiyah

Segala Jurus Digunakan untuk Membantai Artis di Banten

Segala Jurus Digunakan untuk Membantai Artis di Banten
Takut Dikalahkan Artis Marissa Haque Ratu Atut Diduga Melakukan Kejahatan Hukum

Seribu Cara Ratu Atut & Airin Rachmi Diany

Seribu Cara Ratu Atut & Airin Rachmi Diany
Demi Mengalahkan Pesaing Terberatnya Artis Marissa Haque, Ditenggarai Ratut Atut Menggunakan Sejuta Cara Pidana, Seribu Cara Ratu Atut & Airin Rachmi Diany
Tampilkan postingan dengan label Istri Ikang Fawzi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Istri Ikang Fawzi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 November 2010

Ratu Atut Chosiyah Gubernur Palsu Harusnya PKS


Senin, 12 Maret 2007 20:06Gugatan Terhadap Ratu Atut Mulai DisidangkanKapanlagi.com – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta, Senin, mulai menyidangkan gugatan Marissa Haque terhadap Keputusan Presiden yang mengangkat Ratu Atut Chosiyah sebagai Gubernur Banten terpilih

Sidang perdana itu digelar untuk memeriksa kelengkapan berkas perkara yang diajukan oleh pemohon.

Kuasa hukum Marissa, Bonaran Situmeang, dalam gugatannya menyatakan Keppres No.74/P/2006 tentang pengangkatan Ratu Atut Chosiyah sebagai Gubernur Banten terpilih harus dinyatakan cacat hukum karena Ratu Atut melakukan pelanggaran saat pelaksanaan Pilkada.

Dasar dikeluarkannya Keppres itu, menurut Bonaran, karena adanya keputusan KPUD No 25/KP-KPUD/2006 tertanggal 6 Desember 2006 tentang pengesahan Ratu Atut sebagai Gubernur Banten terpilih.

Padahal, lanjut dia, Ratu Atut saat mengikuti Pilkada melakukan pelanggaran, dengan tidak mengindahkan pasal 38 ayat 1 huruf p PP No 6 Tahun 2005, yang mengatur bahwa setiap pejabat yang mencalonkan diri sebagai peserta Pilkada harus terlebih dahulu mengundurkan diri
“Dengan adanya pelanggaran itu, maka KPUD juga melanggar hukum karena tetap mengeluarkan keputusan yang mengesahkan Ratu Atut. Karena KPUD melanggar hukum, maka konsekuensinya Keppres itu cacat hukum,” tutur Bonaran.
Selain menyalahi PP No 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah dan wakil daerah, ia menambahkan, Ratu Atut juga melanggar pasal 58 UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang secara tegas menyatakan peserta Pilkada harus bukan pejabat daerah yang sedang menjabat.
Pada sidang perdana itu, selain memeriksa kelengkapan berkas, majelis hakim juga memberi saran-saran perbaikan permohonan kepada pemohon.

Sidang dilanjutkan pada Senin, 26 Maret 2007, untuk menyerahkan perbaikan permohonan.
Sebelum mengajukan gugatan Keppres pengangkatan Ratu Atut ke PTUN, Marissa telah menempuh upaya hukum menggugat KPUD Banten di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Banten.
Namun, pada Februari 2006 gugatan mantan calon wakil Gubernur Banten itu ditolak oleh PN Serang dengan alasan kewenangan mengadili sengketa pilkada berada di Mahkamah Agung (MA).

PN Serang juga beralasan, karena KPUD merupakan lembaga yang bertanggungjawab kepada negara, maka keberatan atas produk hukum yang dikeluarkan oleh komisi itu harus dilayangkan ke PTUN. (*/rsd)

Rabu, 03 Maret 2010

Wakil Bupati Ikang Fawzi (Ahmad Zulfikar Fawzi)

Zainudin-Ikang Fawzi Siap Pimpin Lampung Selatan

Senin, 22 Pebruari 2010 21:05 WIB Peristiwa Politik/Hankam

Jakarta (ANTARA News) - Calon Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan dan wakilnya, Ikang Fawzi, menyatakan sangat siap memimpin Lampung Selatan untuk kurun waktu lima tahun ke depan. Zainudin yang merupakan adik kandung Menhut Zulkifli Hasan ini kepada pers di Jakarta, Senin, mengemukakan ia sudah mempersiapkan diri untuk pencalonan di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Lampung Selatan itu sejak 10 tahun yang lalu."Tahun 2000, sebenarnya saya sudah ingin maju. Begitu juga di Pemilukada 2005. Namun selain karena lawan masih kuat, saya juga melihat masih ada yang lebih pantas. Sekarang di tahun 2010 ini, saya nyatakan sangat siap untuk maju. Jadi, sudah 10 tahun saya persiapkan ini," ujarnya.

Ketua DPD Partai Golkar Lampung Selatan itu mengemukakan bahwa alasan kuat lainnya yang mendorongnya maju di Pemilukada Lampung Selatan pada 30 Juni 2010 itu adalah dirinya tidak melihat ada kemajuan yang signifikan di Lampung Selatan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. "Setelah Kalianda ditetapkan sebagai ibu kota Lampung Selatan, belum ada putera daerah memimpin sebagai bupati. Ini bukan ambisi dan pernyataan saya, namun ini keinginan langsung dari aspirasi masyarakat," tuturnya.Zainudin mengaku mempersiapkan Ikang untuk memimpin kaum perempuan dan pemuda guna memajukan pariwisata Lampung Selatan.Sementara itu Ikang mengemukakan dirinya menerima pinangan Zainudin itu karena adanya pertemanan satu pengajian selain antara dirinya dengan Zainudin ada kesamaan visi dan misi untuk membangun daerah. "Ia ingin membangun daerah asalnya dan saya kira itu tujuan yang baik. visinya membangun infrastruktur, perbaikan ekonomi, pendidikan yang lebih baik dan memotivasi rakyat. Yang lebih membuat saya tertarik adalah visi awalnya untuk membangun moral dan akhlak penduduk setempat," ujar Ikang.Ketika disinggung soal apakah dirinya nanti tidak takut disebut pendatang gelap karena tidak mempunyai hubungan apapun dengan Lampung Selatan, Ikang menyatakan, faktor tersebut bukan sebuah harga mati bagi seseorang yang ingin membangun sebuah daerah."Jujur saja, saya dalam hal ini tidak mempunyai ambisi.

Saya diminta dan hanya untuk melengkapi Zainudin yang merupakan putera daerah di sana. Namun, saya kira alasan kedaerahan bukanlah hal yang mutlak karena di Lampung Selatan itu juga banyak terdapat orang Jawa dan Banten," ungkapnya. Sebelumnya pada Kamis (18/2) lalu, Zainudin dan Ikang yang didampingi isterinya, Marissa Haque, telah mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Selatan sebagai salah satu peserta Pilkada setempat. Pasangan ini diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK).(D011/A038)

COPYRIGHT © 2010

Marisa Haque Diusung Maju Pilkada Bisa Sedot Massa, PPP KOta Balikpapan

Kamis, 04 Maret 2010 , 09:05:00

BALIKPAPAN– Jika kabar ini benar, berarti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Balikpapan Juni 2011 akan mencatat sejarah. Yakni, diusungnya Marisa Haque--artis cantik yang juga seorang politisi, untuk bersaing dalam bursa kandidat calon wali kota Balikpapan.

Lalu, partai politk (parpol) mana yang berani mengusung Marisa? “Kemungkinan besar partai kami akan mengusung artis Marissa Haque untuk menjadi kandidat calon walikota Balikpapan dalam Pilkada 2011 nanti,” kata Sekretaris Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Balikpapan Jumiati kepada Metro, Rabu (3/3) kemarin.

Menurut Jumiati, pertimbangan pihaknya ingin mencalonkan Marissa Haque, karena dia merupakan wanita kelahiran Balikpapan yang juga merupakan salah satu kader terbaik yang dimiliki PPP saat ini. “Kami melihat Marissa sampai saat ini di mata masyarakat memiliki track record yang baik , tanpa gossip-gosip kehidupan rumah tangga, sehingga kami anggap layak untuk diusung,”terang Jumiati yang didampingi bendahara PPP, Usman Daming.
Jumiati mengaku, pihaknya sangat serius untuk mengusung Marissa Haque untuk menjadi walikota. Untuk itu, dirinya akan berkoordinasi dengan pengurus PPP lainya guna membicarakan tentang pencalonan istri dari penyanyi rock Ikang Fauzi ini. “Rencana mengusung Marissa ini kami segera bicarakan kepada pengurus PAC.

Karena suara kami hanya 3 di dewan, maka kemungkinan besar kami akan membangun koalisi untuk mengusung Marissa,” tandasnya. Selain Marissa Haque, kata Jumiati, pihaknya juga berencana mengusung Hj.Kasriyah yang saat ini menjadi anggota DPRD Kaltim. “Tapi untuk pastinya, siapa calon yang diusung PPP akan dibicarakan dalam rapat kerja PPP Kota Balikpapan,”terangnya.

Sementara itu, Partai Gerindra Kota Balikpapan yang memperoleh 3 kursi digedung parlemen belum memberikan sinyal calon wali kota dan wakil walikota Balikpapan yang akan diusung dalam Pilkada 2011 mendatang. “Kami masih menunggu hasil survei, jadi kami belum bisa menentukan calon,” ujar Lies Anggie, salah seorang pengurus Partai Gerindra Kota Balikpapan.
Untuk menentukan calon kata Lies, pihaknya akan menetapkan dalam mekanisme rapat pengurus partai yang akan digelar menjelang tahapan Pilkada. “Kami pasti menentukan calon tapi belum sekarang,” tandas Lies Anggie yang juga anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan ini.
Seperti dilansir Metro sebelumnya, nama-nama kandidat bakal calon wali kota dan wakil wali kota (wawali) Balikpapan yang akan diusung partai politik (parpol) dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2011 Juni mendatang, semakin ramai saja.

Dari 14 parpol yang mendapatkan kursi di gedung parlemen, mulai terang-terangan mengungkapkan calon yang akan memimpin kota Balikpapan selama 5 tahun kesedepan periode 2011 – 2016.

SEDOT MASSA
Sementara itu, sejumlah ibu rumah tangga yang diwawancarai Metro menyambut positif dicalonkannya Marisa Haque. “Marisa itu figur artis sekaligus politis wanita yang tidak pernah terdengar berita miringnya.
Bahkan, selama di DPR Ri kiprahnya cukup dikenal lugas,” ujar Nyonya Sutomo-warga Balikpapan Utara. Sementara Nyonya Ridha, warga ring road mengingatkan, agar calon kandidat wali kota lainnya segera waspada dengan majunya artis Marisa Haque.

“Terus terang, nilai jual Marisa sebagai artis cantik dan juga politis wanita itu tinggi. Ingat, dalam beberapa kasus pilkada di sejumlah daerah, justru calon dari artis yang menang. Seperti Dede Jusuf di Pilkada Jabar, juga Rano Karno dan lainnya,” pungkas dia.(vie)